Pages

Minggu, 22 Desember 2013

KPGS Batola Serahkan Paket Sembako

Rumah Amal Kita - Baru dibentuk bukanlah halangan bagi Komunitas Pelajar Gemar Sedekah (KPGS) Barito Kuala untuk berbagi. Semangat berbagi dan niat tulus untuk membantu meringankan mereka yang nasibnya sedikit kurang beruntung menjadi motivasi tersendiri. Di usia mereka yang masih remaja, semangat dan tindakan mereka tentunya dapat menjadi contoh bagi kita-kita semua. 





Ketua Rumah Amal Kita, KPGS Batola, dan Warga Tatah Mesjid, Kec. Alalak Kab. Batola
 
Awan mendung menyelimuti langit, dengan sedikit gugup satu persatu anggota KPGS Batola menaiki "Kelotok" yang tidak terlalu besar. Maklum, pengalaman naik "kelotok" cukup jarang mereka rasakan. Akses jalan darat, kondisinya cukup parah untuk dilalui lantaran memasuki musim hujan membuat alternatif transportasi air menjadi pilihan utama. Kali ini mereka bukan untuk rekreasi seperti kebanyakan yang dilakukan teman sebayanya di hari Minggu. melainkan untuk melakukan sebuah kegiatan kemanusiaan. Menyusuri sungai sempit, mereka berangkat menuju sebuah perkampungan bernama Tatah Mesjid yang untuk menjalin hubungan silaturahim dan membagikan beberapa paket sembako bagi Dhuafa dan Lansia tidak mampu di kampung tersebut.
Penyerahan Paket Sembako Secara Simbolis Oleh KPGS Batola
Deru mesin kelotok berhenti di sebuah dermaga kecil tepat di depan sebuah rumah berdinding kayu beratapkan daun "Rumbia". Beberapa warga tampak dengan raut wajah berseri menyambut mereka. Rupanya kehadiran rombongan telah dinanti oleh warga. Rombongan yang juga di ikuti oleh Amalia Rezeki, Ketua Rumah Amal Kita memasuki rumah tersebut, beberapa lansia dan ibu-ibu tampak sudah menunggu.
Setelah menyampaikan sepatah dua patah kata dan bercengkrama dengan warga yang datang akhirnya KPGS Batola menyerahkan secara simbolis Paket Sembako untuk para Lansia dan mereka yang tidak mampu. Di sela penyerahan, seorang ibu sembari menggendong balita perempuannya dengan mata berkaca-kaca menghampiri. Ia pun lantas "curhat" tak mampu membuatkan Akta Kelahiran untuk sang buah hati lantaran tidak ada biaya. Sebuah potret kehidupan yang membuat hati miris, tetapi itulah adanya. Masih banyak potret kehidupan lain yang serupa bahkan lebih tidak beruntung di sekitar yang belum tersentuh dan menunggu uluran tangan kita semua. 
Ketua Rumah Amal Kita, memberikan bantuan dana untuk pembuatan Akta Kelahiran
Usai menyantap hidangan lokal yang di sediakan, rombonganpun mohon pamit. Suasana kekeluargaan tampak kental di kampung ini, membuat KPGS merasa berat beranjak. Kesederhanaan dan kesahajaan mereka menjadi pelajaran berharga yang sulit untuk ditemukan di perkotaan. 








Sabtu, 19 Oktober 2013

Pembagian Paket Sembako Program "Lansia Tersenyum" Oktober 2013

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, program Lansia Tersenyum periode Oktober 2013 akhirnya terlaksana dengan lancar. Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Donatur yang telah memberikan kepercayaannya kepada Rumah Amal Kita Banjarmasin untuk menyalurkan sumbangan anda semua, semoga amal ibadah kita semua diterima  oleh Allah SWT.
Hj. Anie Pembina Rumah Amal Kita Melakukan Menyerahkan Paket Sembako


Zulfa A. Vikra Ketua Harian Rumah Amal Kita
Menyerahkan Paket Lansia Tersenyum Di Swarangan-Tanah Laut
Jum'at pekan kemarin (18/10/2013) tim Rumah Amal Kita menyerahkan sebanyak 30 Paket Sembako untuk mereka yang dianggap layak menerima khususnya para lansia dan janda kurang mampu. 

Keakraban- Hj. Anie bersama Para Penerima Bantuan
Lansia tersenyum merupakan salah satu program Rumah Amal Kita untuk membantu para dhuafa lansia, dan janda kurang mampu. Untuk Priode Oktober distribusi bantuan bertempat di daerah Swarangan, Kabupaten Tanah laut. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meraih berkah, aamiin ya Robbal 'alamiin.

Jumat, 30 Agustus 2013

KPGS Serahkan Bantuan Paket Belajar

Banjarmasin - Kepedulian  dan semangat berbagi kembali ditunjukan oleh  Komunitas Pelajar Gemar Sedekah (KPGS) Kalimantan Selatan. Di dampingi oleh pengurus Rumah Amal Kita dan Ketua Jurusan Usaha Perjalanan Wisata dan Staf Guru SMKN 4 mereka menyerahkan Paket Belajar untuk beberapa siswa di sekolah tersebut.
Ketua KPGS Kalsel, didampingi Ketua Jurusan UPW SMKN 4
dan Ketua ORC Rumah Amal Kita  Menyerahkan Paket Belajar

Paket Belajar tersebut merupakan hasil dari perolehan Gerakan Jum'at Sedekah, yaitu sejenis edaran sumbangan secara sukarela yang dilakukan oleh  KPGS di kelas mereka setiap hari Jum'at. SMKN 4 adalah sekolah pertama pelaksanaan Gerakan Jum'at Sedekah. Saat ini Gerakan serupa terus di kembangkan dan sudah  mulai di ikuti oleh beberapa sekolah lainnya. 
Komunitas Gemar Sedekah SMKN 4 Banjarmasin Bersama
Ketua Jurusan UPW  dan  Ketua ORC Rumah Amal Kita  

Ketua Jurusan Unit Perjalanan Wisata SMKN 4 berharap kegiatan Jum'at Sedekah bisa dilakukan di semua kelas tidak hanya untuk jurusan UPW. Kegiatan positif harus di dukung, apalagi kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan dapat menumbuhkan semangat berbagi di kalangan pelajar" tuturnya. 

Mudahan-mudahan sekolah-sekolah lain  bisa segera mengikuti jejak SMKN 4 untuk mengadakan kegiatan serupa, berbagi itu adalah perbuatan mulia, melalui berbagi kita bisa memahami dan merasa lebih dekat dengan mereka yang kurang mampu" sambung Nur Andayani Safitri Ketua KPGS Kalsel.

Jumat, 16 Agustus 2013

KPGS BERBAGI BERSAMA LANSIA-JANDA DHUAFA

 Andayani Safitri atau yang populer dikenal sebagai Ayie, ketua KPGS Kalsel menyerahkan paket sembako lebaran kepada Lansia-Janda Dhuafa pada acara KPGS Berbagi.

KPGS foto bersama dengan penerima bingkisan paket sembako serta pengurus Rumah Amal Kita.

KPGS Berbagi dengan Anak Yatim

KPGS - Komunitas Pelajar Gemar Sedekah (KPGS) Kalsel, pada hari Jum’at 26 Juli 2013 selenggarakan buka puasa bersama anak yatim Panti Asuhan Ashabul Kahfi Banjarmasin. Acara ini bekerjasama dengan Rumah Amal Kita dengan membagikan paket sembako bagi lansia, paket lebaran berupakan pakaian muslim bagi jamaah majelis dzikir dan sedekah untuk anak yatim. Hadir pada acara tersebut H. Sjachsam Syarkawi selaku ketua dewan penasehat Rumah Amal Kita serta Zulfa Asma Vikra, SH,MH sebagai ketua harian dan Amalia Rezeki, S.Pd ketua program ORC.

Nadya Ferina ; Wakil Ketua KPGS Menyerahkan Zakat kepada Anak Yatim Panti Asuhan
Ashabul Kahfi Banjarmasin
Pada acara tersebut, H. Sjachsam Syarkawi menyematkan pin kepada pengurus KPGS Kalsel, sebagai ditandainya program “Jum’at Sedekah” . Program ini bertujuan untuk membina dan mendidik anak-anak sejak usia dini terutama pelajar untuk memiliki kepekaan social terhadap sesamanya terutama anak yatim dan kaum dhuafa. Melalui program tersebut, KPGS menghimpun dana dilingkungan sekolahnya masing-masing, kemudian disedekah kepada yang memerlukannya.

“ Hari ini kami membagi beberapa paket sembako bagi lansia tidak mampu serta uang bagi anak-anak yatim, ditambah pakaian muslim berupa sarung kepada majelis dzikir, yang dananya kami himpun bersama teman-teman pengurus serta anggota KPGS,” jelas Andayani Savitri atau yang kerap dikenal dengan sebutan Ayie, selaku ketua KPGS Kalsel. Acara yang dihadiri oleh sekitar 200 orang ini, diisi dengan dzikir dan doa bersama, sholat maghrib serta berbuka puasa bersama.

H. Sjachsam Syarkawi, berharap KPGS bisa menjadi contoh bagi kegiatan remaja di Banjarmasin. “ Saya berharap, kegiatan positif ini bisa berjalan terus dengan baik dan menjadi contoh bagi kegiatan pelajar di Banjarmasin, mengingat begitu derasnya arus informasi yang masuk melalui jejaring social yang tentunya akan membawa dampak bagi anak-anak kita. Oleh karenanya saya berharap KPGS bisa memberikan warna terhadap kegiatan positif yang bersifat social dan keagamaan,” tutur H. Sjachsam Syarkawi selaku ketua Dewan Penasehat Rumah Amal Kita yang membina KPGS.

Adapun susunan kepengurus KPGS Kalsel periode 2013 – 2018 adalah sebagai berikut; Andayani Savitri sebagai ketua, wakil ketua Nadia Ferina, Sekretaris Chica, wakil sekretaris Dea Galuh Dewani, Muhammad Ridho Maulidi sebagai bendahara, humas Mina, seksi penggalangan dana …dan seksi social dan keagamaan.




Pencanangan Program Jum'at Sedekah



Pencanangan Program Jum'at Sedekah ; H. Sjachsam Syarkawi selaku Penasehat
Rumah Amal Kita Menyematkan Pin KPGS sebagai ditandainya peluncuran program Jum'at Sedekah
Bagi Komunitas Pelajar Gemar Sedekah (KPGS)

Selasa, 30 Juli 2013

Rumah Amal Kita Resmikan Taman Baca Al-Mujahiddin

Dalam rangka mendukung minat baca dan belajar anak-anak dipedesaan Rumah Amal Kita telah mengupayakan berdirinya beberapa taman baca khususnya untuk anak-anak pedesaan. Salah satunya adalah Rumah Baca Al- Mujahiddin di Desa Sebuhur, Kecamatan Jorong Kab. Pelaihari-Kalimantan Selatan.
Penyerahan Buku untuk Taman Baca Al Mujahiddin

Minggu Pagi (14/07) Rombongan berangkat untuk melakukan peresmian taman baca tersebut. Selain dihadiri oleh Pembina Rumah Amal Kita Hj. Anie Mahadi, rombongan juga di ikuti oleh Ketua ORC Rumah Amal Kita Amalia Rezeki dan beberapa pengelola. Usai peresmian Rumah Amal Kita juga melakukan penyerahan bantuan buku untuk taman baca Al Mujahiddin secara simbolis. Adapun bantuan buku yang diserahkan antara lain buku-buku Iqro, buku cerita umum, buku pelajaran, dan buku cerita sejarah islam. Buku-buku tersebut merupakan hasil  sumbangan masyarakat baik secara langsung maupun dalam bentuk uang.
Penyerahan Sembako dan Al Qur'an

Selain kegiatan peresmian taman baca, rangkaian kegiatan tersebut juga dimanfaatkan pengurus Rumah Amal Kita untuk  menjalin silaturahmi dengan warga sekitar melalui acara buka puasa bersama di Mesjid Al Mujahiddin sekaligus penyerahan Al Qur’an untuk mesjid dan Bantuan Paket Sembako  kepada beberapa lansia.
Masjid Al Mujahiddin

“Peresmian Rumah Baca ini adalah yang ketiga dilaksanakan oleh rumah amal bekerjasama dengan masyarakat dan kali ini taman baca Al Mujahiddin adalah lokasi yang terjauh.  Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Rumah Amal Kita.” Ujar Amalia Rezeki sebagai ketua Orphan Relief Centre (ORC) RUmah Amal Kita.


“Acara yang dihadiri oleh sekitar 200-an jemaah mesjid Al Mujahiddin yang terdiri dari orang tua dan anak-anak peserta program rumah baca. “ Kami atas nama warga dan pengurus mesjid sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan dan bantuan dari Rumah Amal Kita, selama hampir 12 tahun ini baru Rumah Amal Kita yang berkunjung serta sekaligus berbuka puasa bersama warga desa ini.” Ucap Hermanto, pengurus Mesjid Al Mujahiddin.

Selasa, 25 Juni 2013

PERESMIAN TK MAJU BERSAMA - SUNGAI GEMPA

 Siswa TK pertama dan para gurunya, foto bersama para pendiri TK. Maju Bersama
Penyerahan papan nama TK Maju Bersama Oleh Bambang Yanto, SE kepada pengurus TK.
Hj. Anie Mahadi Pembina Rumah Amal Kita, didampingi Bambang Yanto anggota DPRD Kota Bjm, Amalia Rezeki ketua Program ORC Rumah Amal Kita dan Zulfa A Fikra, SH,MH.

Program Rumah Baca untuk anak pedesaan


Ayuuuk peduli …Indonesia Cerdas
Dalam rangka  mendukung minat baca serta belajar anak2 dipedesaaan …km akan mendirikan rumah baca dibeberapa desa dipinggiran hutan meratus
Km mengetuk hati para dermawan atau donator yg bersedia menyumbangkan
buku bekas atau baru, seperti buku ;
-          Ilmu pengetahuan umum
-          Agama, termasuk al qur’an. Yasin dan Iqro …
-          Buku cerita anak2 dll
Rumah Amal Kita – Cp. Amalia  (0511-7425142). Meyliana (0856-51292995) & Rosida (0853-48010075)


Minggu, 02 Juni 2013

Penyerahan Paket Belajar untuk TK Maju Bersama

Rumah Amal Kita - Bertepatan dengan peresmian TK Maju Bersama yang terletak di desa Gempa, Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin, Rumah Amal Kita menyerahkan langsung bantuan paket belajar berupa tas dan perlengkapan alat tulis kepada murid-murid TK tersebut. Bantuan diserahkan langsung oleh Pembina Rumah Amal Kita Ibu Dra. Hj. Annie di dampingi oleh Ketua ORC Amalia Rezeki beserta pengurus.
Program bantuan belajar
Penyerahan Paket belajar oleh Pembina Rumah Amal Kita

Taman Kanak-kanak Maju Bersama merupakan satu-satunya TK yang ada di sungai Gempa saat ini, sebelumnya anak-anak di desa tersebut memasuki sekolah dasar tanpa mengenyam pendidikan dini di TK. Kini dengana adanya TK yang menggunakan ex bangunan Musholla tersebut bisa menampung anak-anak setempat untuk menempuh pendidikan pra SD.

Dengan bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan para orang tua siswa untuk memenuhi kelengkapan sekolah anak-anak mereka dan bisa memotivasi anak-anak agar giat belajar. Penyerahan Paket  belajar adalah salah satu dari 3 program utama rumah amal kita yaitu siswa cerdas, selain program tersebut ada dua program lain yang juga menjadi kegiatan utama rumah amal kita yaitu Lansia Tersenyum dan Peduli Sehat. 

Rumah Amal Kita mengucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah turut berpartisipasi, kami tetap menunggu partisipasi anda untuk terus menyalurkan zakat, Infaq, dan sedekahnya. Kami juga menerima bantuan berupa barang layak pakai seperti pakaian, prabot rumah tangga, barang elektroinik, meubel dll. Penyerahan bisa di antar langsung ke sekretariat Rumah Amal Kita, atau di transfer melalui Rekening Rumah Amal Kita atau di ambil langsung oleh pengelola ke tempat anda.

Sabtu, 04 Mei 2013

Penyerahan Santunan Untuk Roby


Penyerahan santunan hasil penggalangan dana oleh KPGS (Komunitas Pelajar Gemar Sedekah) disaksikan langung oleh Pembina Rumah Amal Kita.

Kamis, 21 Maret 2013

Renungan Qolbu


RENUNGAN QOLBU :

Ya, Allah tunjukkan aku kembali kejalanMu, jalan yang penuh dengan ketenangan dan kelembutanMu”

“Berdzikir aku, diiringi rinai gerimis menjelang pagi. Kuadukan semua masalah hidup, kepada sang Pemberi Hidup (Ya, Almuhyii), kepada sang Pemberi Kemuliaan  (Ya, Al Mu’izzu), kepadaMu yang Maha Pemberi Rezeki (Ya, Ar Razzaaqu)

Dalam sekejap segala kegundahan larung bersama air mata yang terurai. Diatas sajadah ini, di dalam tahajudku, di dalam sujudku,…. kudapatkan kedamaian.

Hambamu yang marasa sederhana, kini merasa kaya akan karuniaMu. Hambamu yang  merasa fana, kini merasa berhias mutiara kasihMu. Hambamu yang dhuafa, Kini merasa penuh dengan rahmatMu.(Kenuzi50′s)

Senin, 11 Maret 2013

Aksi Solidaritas KPGS


Aksi Solidaritas KPGS (Komunitas Pelajar Gemar Sedekah) untuk Roby


Dukungan terus mengalir untuk Akhmad Roby Saputra anak dari pasangan Caram dan Salmah ini,yang memiliki penyakit sejenis tumor yang menempel di bagian wajah. Selain dukungan moril, teman-teman sekelasnya juga melakukan penggalangan dana untuk anak Audio dan Video SMK 2 Negeri Pelaihari ini.

Penggalangan dana tidak hanya dilakukan oleh teman-teman sekelas Roby, beberapa organisasi/komunitas sosial juga turut melakukan penggalangan dana salah satunya yang dilakukan oleh KPGS (Komunitas Pelajar Gemar Sedekah) yang merupakan komunitas binaan Organisasi Sosial Rumah Amal Kita. Mereka rela turun ke jalan dan mengisi waktu yang seharusnya untuk bersantai dengan kegiatan sosial mengumpulkan dana untuk Roby sebagai wujud solidaritas kesetiakawanan.

Kegiatan pengalangan dana sudah mulai dijalankan saat acara Car Free Day, Minggu (24/02/2013) di sekitar lingkungan Mesjid Sabilal dan berlanjut Senin sore (25/02/2013) di jalan kayutangi, depan Unlam. KPGS yang di kordinatori oleh Andayani Nur Safitri ini merupakan komunitas gabungan beberapa pelajar dari sekolah yang berbeda, diantaranya pelajar SMKN 4 Banjarmasin, SMPN 2 Banjarmasin,dan SMPN 1 Banjarmasin. “Kegiatan penggalangan dana sebagai aksi solidaritas untuk Roby ini akan terus berlanjut hingga beberapa pekan ke depan,kami berharap akan banyak dana yang terkumpul untuk membantu proses penyembuhan Roby” jelas Andayani, ketua KPGS.

Hasil penggalangan dana sumbangan tersebut rencananya akan di serahkan langsung oleh KPGS didampingi oleh Rumah Amal Kita ke kediaman Roby di Pelaihari dalam waktu dekat. Mereka berharap aksi mereka bisa menyemangati dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli pada keadaan sekelilingnya termasuk seperti yang dialami oleh Roby.
 

Kamis, 21 Februari 2013

PROGRAM PEDULI SEHAT RUMAH AMAL KITA


Rumah Amal Kita melalui program peduli sehatnya, mengadakan kerja sama dengan Posyandu Kasih Sayang, kelurahan Karang Mekar Banjarmasin. Mengadakan pengecekan kesehatan rutin bagi lansia. Kali ini diikuti oleh 40 orang lansia. Acara Peduli Sehat Lansia Tersenyum ini bertepatan dengan Ultah ke-7 Posyandu Kasih Sayang, untuk itu Amalia Rezeki, SPd selaku ketua program Orphans relief Center Rumah Amal Kita menyerahkan penghargaan dan bingkisan bagi 3 orang Lansia Teladan yang diserahkan lansung oleh Dr. dari pukesmas Karang Mekar dan ketua Posyandu Ibu Mega. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan berkesinambungan sebagai bentuk kepedulian rumah amal kita terhadap kesehatan Ibu dan Bapak Lansia. Lansia sehat adalah lasia yang tersenyum dihari tuanya dan bahagia.

PEDULI SEHAT - LANSIA TERSENYUM


Ketua ORC Amel menyerahkan paket kepada Lansia

Pemeriksaan Kesehatan di Posyandu USILA Kasih Sayang

Foto Bersama Pengurus Posyandu USILA Kasih Sayang dan Rumah Amal Kita

Sabtu, 09 Februari 2013

Mika Angelo dan Fatin Shidqia Lolos Ke Gala Live Show

Mikha Angelo dan Fatin Shidqia Lubis berhasil melalui babak Judges Home visit,  Keduanya adalah remaja berbakat yang di sebut-sebut akan bersaing ketat di X Factor Indonesia. Baik Mikha maupun Fatin sama-sama memiliki fans yang cukup banyak, serta banyak pula yang mengharapkan di penampilan Gala Live Show panggung spektakuler X factor nanti, Fatin Shidqia dan Mikha Angelo bisa berduet. Duet Fatin Shidqia dan Mikha Angelo banyak di sebut-sebut di dalam fans base twitter mereka. Para fans mereka yakin jika Fatin dan Mikha berduet pasti akan sangat serasi dan memberikan hiburan yang menarik.
Penampilan Fatin Di Judges Home Visit

Fatin dan mikha lolos ke Gala Show panggung spektakuler X Factor Indonesia
Setelah berupaya maksimal dengan menampilkan performa terbaik mereka Di hadapan juri mentor dan juri tamu. Mikha yang di mentori Anggun memang tampil belum maksimal seperti yang di harapkannya namun Ia mendapat kesempatan untuk tampil di babak Gala Live Show bersama 2 rekan lainnya yaitu Dicky dan Gede Bagus.

Lain halnya dengan Fatin, Tampil membawakan lagu Cintakan Membawamu Kembali Disini ternyata tidak  mampu membuat juri tamu Maia Estianti terhibur, penampilannya di babak Judges Home Visit ini malah dinilai lebih menurun ketimbang  performa Dia di Babak-babak sebelumnya. Selain pemilihan lagu yang  kurang tepat Fatin dinilai kurang dalam penjiwaan lagu sebagaimana yang di ungkapkan Maia "Suaranya memang punya karakter, tetapi Ia menyayi tanpa keindahan" tuturnya.

Ketika Rossa menyampaikan kekurangannya saat pengambilan keputusan Fatin terlihat Syok dan sedih, Gadis yang tampil dengan busana dominan hitam  dan seperti biasanya mengenakan hijab ini akhirnya tak kuasa membendung  air matanya, ketika Rossa akhirnya memutuskan Dia  di beri kesempatan
Untuk dilatih menuju panggung spektakuler Gala Live Show X Factor Indonesia. Fatin Lolos dan akan di mentori oleh Rossa bersama 2 rekan lainnya yaitu Yohana dan Shena. Sebelumnya banyak penonton x factor beranggapan bahwa yang akan lolos adalah Yohana, Nurul dan Fatin, namun ternyata Nurul Harus terhenti langkahnya di Judges Home Visit.

Jumat, 08 Februari 2013

Nomor Rekening Rumah Amal Kita

Kami menunggu partisipasi Anda untuk turut membantu para Dhuafa dan Anak Yatim di luar sana dengan menyalurkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh nya melalui rekening Rumah Amal Kita. Sumbangan berupa barang bisa di alamatkan ke Sekretariat Rumah Amal Kita, Jl. Sultan Adam Komp. Pondok Kelapa I, RT 14. NO 11 Kelurahan Sungai Miai. Kecamatan Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan 70123 atau jka ingin barang kami ambi sendiri bisa Hubungi 0511 7425142 (Amalia Rezeki) untuk wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.

Untuk anda yang ingin meberikan bantuan berupa uang bisa ditransfer ke No Rek Rumah Amal Kita :
Bank Syariah Mandiri  7045444117
Bank Kalsel Syariah   901.03.11.04460.0 

Jika ingin mentransfer via sms banking atau transfer ATM beda bank (atm bersama) maka masukan dulu kode bank sebelum memasukan nomor rekening Rumah Amal. Untuk transfer ke Bank Syariah Mandiri Kode nya 451, untuk rekening Bank Kalsel 122. Atau bisa langsung di antar kesekretariat Rumah Amal Kita seperti pada alamat di atas.

Berapapun nominal bantuan anda akan sangat berharga untuk mereka yang membutuhkan. Ingat, di dalam harta kita ada hak mereka yang membutuhkan.
 

Kamis, 07 Februari 2013

Diego Michiels Memeluk Islam

Diego Michiels Memeluk Islam - cukup mengejutkan, karena keputusan tersebut diumumkan di sela-sela persidangannya. Pemain Sepak Bola Timnas keturunan Belanda memutuskan untuk menjadi mualaf setelah berkonsultasi dengan salah satu kuasa hukumnya, Kapitra Ampera.
Diego Michiels seorang mualaf
Diego Michiels Memeluk Islam

“Hal yang mengejutkan, Diego ternyata banyak menyimpan referensi tentang Islam dan dia memutuskan untuk memeluk Islam di bawah bimbingan saya,” ujar Kapitra di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta, Kamis (7/1).

Pria bertinggi badan 175 cm ini mengaku telah lama tertarik dengan Islam. Hal ini disebabkan Diego telah lama hidup dan tinggal dalam komunitas muslim. Kini Diego telah memiliki nama baru dengan menambahkan Mohammad dalam nama lengkapnya. Sehingga namanya menjadi Diego Mohammad Bin Robby Michiels.

“Ketertarikan ini murni berasal dari dalam diri saya. Tidak ada tekanan dari pihak manapun. Juga bukan karena kekasih saya seorang muslimah,” terang Diego. Proses pembacaan lafal Kalimah Syahadat disaksikan oleh tiga orang saksi yaitu Riandi Rusman, Vidi Galenso dan Elza Syarief. Diego sempat mengambil air wudhu sebelum mengucapkan kalimah syahadat.

Seumber : 
http://id.omg.yahoo.com/news/di-sela-persidangan-diego-memutuskan-memeluk-islam-095431338.html

Editor : mj

Minggu, 20 Januari 2013

Biodata Fatin Shidqia

Biodata Fatin Shidqia secara singkat bisa anda simak di bawah ini. Fatin Shidqia Lubis adalah salah satu peserta x factor yang memiliki bakat dan suara emas. Kehadiranya dalam daftar peserta di audisi x factor ternyata membuat banyak mata terpana. Fatin Shidqia berhasil memukau empat judge dan menuai 4 yes dengan mudah. Bahkan Ahmad Dani tak sanggup menahan kekagumannya akan gadis 16 tahun tersebut.

Video Youtube Fathin Shidqia Lubis

Facebook dan Twitter Fatin Shidqia pun tak luput menjadi serbuan para fans baru nya yang penasaran terhadap gadis yang masih berstatus siswa SMA 97 Negeri Jakarta ini.  Dalam waktu singkat page facebook Fatin yang baru dibuatnya berhasil meraih ratusan like, begitu pula akun twitternya.

Penasaran terhadap gadis cantik yang satu ini simak Biodata singkat Fatin Shidqia Lubis :

Nama Lengkap : Fatin Shidqia Lubis
Umur  : 16 tahun
Tanggal lahir : 28 Juni 1996
Hobi : Musik
Aktifitas : ngeband, sekolah
Sekolah : SMA 97 Negeri Jakarta
Akun facebook : Fatin Shidqia Lubis
Akun Twitter : Fshidqia






SEJARAH KA'BAH DARI MASA KE MASA

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Awalnya, Mekkah hanyalah sebuah hamparan kosong. Sejauh mata memandang pasir bergumul di tengah terik menyengat. Aliran zamzamlah yang pertama kali mengubah wilayah gersang itu menjadi sebuah komunitas kecil tempat dimulainya peradaban baru dunia Islam.

Bangunan persegi bernama Ka’bah didaulat menjadi pusat dari kota itu sekaligus pusat ibadah seluruh umat Islam. Mengunjunginya adalah salah satu dari rukun Islam, Ibadah Haji.
Ka’bah masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini dan diperkirakan masih terus berdiri hingga kiamat menjelang. Beberapa generasi pernah menjadi saksi berdirinya Ka’bah hingga berbagai kemelut menyelimutinya.

Adalah Ismail, putra Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, yang kaki mungilnya pertama kali menyentuh sumber mata air zamzam. Akibat penemuan mata air abadi ini, Siti Hajar dan Ismail yang kala itu ditinggal oleh Ibrahim ke Kanaan di tengah padang, tiba-tiba kedatangan banyak musafir. Beberapa memutuskan untuk tinggal, beberapa lagi beranjak.

Ibrahim datang dan kemudian mendapatkan wahyu untuk mendirikan Ka’bah di kota kecil tersebut. Ka’bah sendiri berarti tempat dengan penghormatan dan prestise tertinggi.

Ka’bah yang didirikan Ibrahim terletak persis di tempat Ka’bah lama yang didirikan Nabi Adam hancur tertimpa banjir bandang pada zaman Nabi Nuh. Adam adalah Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah.

Tercatat, 1500 SM adalah merupakan tahun pertama Ka’bah kembali didirikan. Berdua dengan putranya yang taat, Ismail, Ibrahim membangun Ka’bah dari bebatuan bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya.

Bangunan mereka semakin tinggi dari hari ke hari, dan kemudian selesai dengan panjang 30-31 hasta, lebarnya 20 hasta. Bangunan awal tanpa atap, hanyalah empat tembok persegi dengan dua pintu.

Celah di salah satu sisi bangunan diisi oleh batu hitam besar yang dikenal dengan nama Hajar Aswad. Batu ini tersimpan di bukit Qubays saat banjir besar melanda pada masa Nabi Nuh.

Batu ini istimewa, sebab diberikan oleh Malaikat Jibril. Hingga saat ini, jutaan umat Muslim dunia mencium batu ini ketika berhaji, sebuah lelaku yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad.

Selesai dibangun, Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyeru umat manusia berziarah ke Ka’bah yang didaulat sebagai Rumah Tuhan. Dari sinilah, awal mula haji, ibadah akbar umat Islam di seluruh dunia.

Karena tidak beratap dan bertembok rendah, sekitar dua meter, barang-barang berharga di dalamnya sering dicuri. Bangsa Quraisy yang memegang kendali atas Mekkah ribuan tahun setelah kematian Ibrahim berinisiatif untuk merenovasinya. Untuk melakukan hal ini, terlebih dahulu bangunan awal harus dirubuhkan.

Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy adalah orang yang pertama kali merobohkan Ka’bah untuk membangunnya menjadi bangunan yang baru.

Pada zaman Nabi Muhammad, renovasi juga pernah dilakukan pasca banjir besar melanda. Perselisihan muncul di antara keluarga-keluarga kaum Quraisy mengenai siapakah yang pantas memasukkan Hajar Aswad ke tempatnya di Ka’bah.

Rasulullah berperan besar dalam hal ini. Dalam sebuah kisah yang terkenal, Rasulullah meminta keempat suku untuk mengangkat Hajar Aswad secara bersama dengan menggunakan secarik kain. Ide ini berhasil menghindarkan perpecahan dan pertumpahan darah di kalangan bangsa Arab.

Renovasi terbesar dilakukan pada tahun 692. Sebelum renovasi, Ka’bah terletak di ruang sempit terbuka di tengah sebuah mesjid yang kini dikenal dengan Masjidil Haram.

Pada akhir tahun 700-an, tiang kayu mesjid diganti dengan marmer dan sayap-sayap mesjid diperluas, ditambah dengan beberapa menara. Renovasi dirasa perlu, menyusul semakin berkembangnya Islam dan semakin banyaknya jemaah haji dari seluruh jazirah Arab dan sekitarnya.

Wajah Masjidil Haram modern dimulai saat renovasi tahun 1570 pada kepemimpinan Sultan Selim. Arsitektur tahun inilah yang kemudian dipertahankan oleh kerajaan Arab Saudi hingga saat ini.

Pada penyatuan Arab Saudi tahun 1932, negara ini didaulat menjadi Pelindung Tempat Suci dan Raja Abdul Aziz adalah raja pertama yang menyandang gelar Penjaga Dua Mesjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pada pemerintahannya, Masjidil Haram diperluas hingga dapat memuat kapasitas 48.000 jemaah, sementara Masjid Nabawi diperluas hingga dapat memuat 17.000 jemaah.

Pada pemerintahan Raja Fahd tahun 1982, kapasitas Masjidil Haram diperluas hingga memuat satu juta jemaah. Renovasi ketiga selesai pada tahun 2005 dengan tambahan beberapa menara. Pada renovasi ketiga ini, sebanyak 500 tiang marmer didirikan, 18 gerbang tambahan juga dibuat. Selain itu, berbagai perangkat modern, seperti pendingin udara, eskalator dan sistem drainase juga ditambahkan.

Saat ini, pada masa kepemimpinan Raja Abdullah bin Abdul-Aziz, renovasi keempat tengah dilakukan hingga tahun 2020. Rencananya, Masjidil Haram akan diperluas hingga 35 persen, dengan kapasitas luar mesjid dapat menampung 800.000 hingga 1.120.000 jemaah. Jika rampung, bagian dalam Masjidil Haram akan dapat menampung hingga dua juta jemaah.

Banjir Ka’bah ...

Bencana alam yang mungkin sering terjadi di wilayah Mekkah adalah banjir. Terbesar tentu saja pada masa banjir bandang Nabi Nuh. Kala itu seluruh bangunan Ka’bah runtuh. Banjir juga terjadi beberapa kali di masa Nabi Muhammad. Sepeninggalnya, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, banjir merusak dinding-dinding Ka’bah.

Salah satu banjir yang sempat terdokumentasikan adalah banjir besar pada tahun 1941. Dalam gambar yang dipublikasikan secara luas, terlihat bagian dalam Masjidil Haram terendam banjir hingga hampir setengah tinggi Ka’bah.

Di beberapa tempat bahkan mencapai leher orang dewasa. Banjir-banjir inilah yang kemudian membuat beberapa tiang mesjid yang terbuat dari kayu menjadi lapuk dan rapuh. Kerajaan Saudi terpaksa harus melakukan perbaikan beberapa kali untuk mengatasi hal ini.

Banjir sering terjadi di Mekkah karena letak geografis kota tersebut yang diapit beberapa bukit. Hal ini menjadikan Mekkah berada di dataran rendah yang letaknya seperti mangkuk. Air hujan tidak dapat dapat mudah diserap oleh tanah, mengingat lahan Timur Tengah yang tandus. Alhasil banjir bisa berlangsung selama beberapa lama. Ditambah lagi, sistem drainase kala itu tidak sebaik sekarang.

Selain banjir, berbagai insiden pertumpahan darah tercatat pernah mewarnai sejarah Masjidil Haram. Mulai dari zaman sebelum Nabi Muhammad lahir hingga ke zaman modern di abad ke 20. Beberapa insiden tersebut diakhiri dengan kemenangan para penguasa Ka’bah.

Serangan Gajah ...

Serangan terhadap Ka’bah yang paling terkenal terjadi pada tahun 571 Masehi, tahun kelahiran Nabi Muhammad. Kala itu, sebanyak 60.000 pasukan gajah yang dipimpin oleh Gubernur Yaman, Abrahah, berencana menyerbu Mekkah dan menghancurkan Ka’bah.

Negara Yaman adalah salah satu negara Kristen besar kala itu. Sebuah gereja besar yang indah didirikan pada pemerintahan Raja Yaman, Habshah. Gereja tersebut bernama Qullais. Abrahah sebagai pembina gereja bersumpah akan memalingkan pemujaan warga Arab dari Ka’bah di Mekkah ke gerejanya di Yaman.

Alkisah, mendengar hal ini, seorang Arab dari qabilah Bani Faqim bin Addiy tersinggung kemudian masuk ke dalam gereja dan membuang hajat di dalamnya. Abrahah marah luar biasa dan bersumpah akan meruntuhkan Ka’bah. Berangkatlah dia beserta tentara terkuatnya, menunggang 60.000 ekor gajah.

Tidak ada satupun kekuatan kabilah Arab Saudi yang mampu menandingi kekuatan puluhan ribu tentara gajah tersebut. Berdasarkan komando dari kakek Muhammad, Abdul Mutalib, para penduduk Mekkah mengungsi ke puncak-puncak bukit di sekeliling Ka’bah. Berangkatlah rombongan tentara Abrahah menuju Ka’bah, hendak menghancurkan bangunan mulia tersebut.

Menurut kisah, laju tentara gajah terhenti akibat serangan dari ribuan burung Ababil. Burung-burung ini membawa tiga butir batu panas di kedua kakinya dan paruhnya.

Dilepaskannya batu-batu tersebut di atas tentara gajah. Batu yang konon berasal dari neraka itu menembus daging para tentara dan gajah-gajah mereka. Sebuah tafsir mengatakan burung-burung itu membawa penyakit cacar yang menyebabkan para tentara Abrahah tewas akibat bisul yang sangat panas.

Inilah sebabnya, tahun penyerangan tentara Abrahah ke Mekkah dinamakan sebagai Tahun Gajah. Kisah ini juga tertulis jelas di surat Al Fiil di kitab suci Al-Quran. “Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (Al Fiil: 3-4).

Bentrok dengan Iran ...

Di zaman modern, insiden paling sering adalah bentrok aparat keamanan Arab Saudi dengan para demonstran asal Iran. Kehadiran para demonstran merupakan perintah dari pemerintah Iran agar para jemaah haji Iran menyampaikan protes terhadap kerajaan Saudi.

Kerusuhan terparah terjadi pada 31 Juli 1987 yang menewaskan 401 orang. Di antaranya adalah 275 warga Iran, 85 warga Arab Saudi, dan 42 jemaah haji asal negara lain. Sebanyak 643 orang terluka, kebanyakan adalah jemaah haji Iran.

Perseteruan antara Arab Saudi dengan Iran sudah berlangsung relatif lama. Dimulai saat Muhammad bin Abdul Wahhab, ulama Salaf kenamaan Arab Saudi, memerintahkan penghancuran beberapa makam yang dikultuskan umat Islam di Hejaz, termasuk makam ulama Syiah Al-Baqi, pada tahun 1925.

Tindakan ini tidak ayal membuat marah pemerintahan dan rakyat Iran yang mayoritas Syiah. Kemelut pun dimulai, Iran menyerukan penggulingan pemerintahan di Arab Saudi dan melarang seluruh warga Iran pergi haji pada tahun 1927.

Ketegangan bertambah parah setelah pada tahun 1943, pemerintah Arab Saudi memenggal kepala seorang jemaah haji Iran karena membawa kotoran manusia di pakaiannya ke dalam Masjidil Haram di Mekkah.

Iran protes keras dan melarang warganya pergi haji hingga tahun 1948.

Sejak saat itu, demonstrasi jemaah haji Iran terus dilakukan di Mekkah. Ini berkat imbauan Ayatullah Khomeini pada tahun 1971 yang memerintahkan setiap jemaah haji Iran untuk berhaji sambil menyampaikan pandangan politik mereka terhadap pemerintah Arab Saudi. Para jemaah Iran menyebut demonstrasi ini dengan nama “Menjaga Jarak dengan Para Musryikin.”

Pada tahun 1982, situasi kedua negara sempat tenang. Khomeini memerintahkan rakyatnya menjaga ketertiban dan perdamaian, tidak menyebarkan pamflet-pamflet propaganda, dan untuk tidak mengkritik pemerintahan Arab Saudi.

Sebagai balasannya, kerajaan Arab Saudi membebaskan jemaah haji Iran untuk kembali berhaji. Sebelumnya, Saudi membatasi jumlah jemaah haji asal Iran untuk menghindari konflik.

Ketegangan kembali terjadi pada Jumat, 31 Juli 1987. Para jemaah haji Iran melakukan pawai protes menentang para musuh Islam, yaitu Israel dan Amerika Serikat, di kota Mekkah. Ketika sampai di depan Masjidil Haram, mereka diblokir oleh aparat keamanan Arab Saudi, namun mereka tetap memaksa masuk.

Bentrokan berdarah kemudian terjadi yang mengakibatkan situasi kacau dengan beberapa orang terinjak-injak oleh massa yang panik.

Ada beberapa versi pemicu kematian ratusan orang pada insiden ini. Pemerintah Iran mengatakan, aparat keamanan Saudi melepaskan tembakan ke arah demonstran damai, sementara Arab Saudi mengatakan bahwa korban tewas akibat terjepit dan terinjak jemaah yang panik. Akibat hal ini, hubungan kedua negara kembali renggang dan pemerintah Arab Saudi kembali menerapkan pembatasan jemaah haji Iran.

Mahdi Palsu ...

Peristiwa berdarah lainnya terjadi pada 20 November 1979. Kala itu ratusan orang bersenjata menguasai Masjidil Haram dan menyandera puluhan ribu jemaah haji di dalamnya.

Penyanderaan dipimpin oleh Juhaimin Ibnu Muhammad Ibnu Saif al-Otaibi yang mengatakan saudara iparnya, Muhammad bin Abd Allah Al-Qahtani, adalah Imam Mahdi atau sang penyelamat akhir zaman.

Dilaporkan sebanyak 400-500 militan Otaibi, termasuk di dalamnya wanita dan anak-anak, mengeluarkan senjata yang mereka sembunyikan di balik baju dan merantai gerbang Masjidil Haram. Mereka memerintahkan para jemaah untuk tunduk kepada Mahdi palsu, Al-Qahtani. Penyanderaan berlangsung selama dua minggu, sebelum akhirnya para militan diberantas oleh pasukan bersenjata gabungan antara Arab Saudi dengan beberapa negara.

Pasukan Arab Saudi sempat dipukul mundur karena hebatnya persenjataan para militan. Seluruh warga Mekkah dievakuasi ke beberapa daerah.

Pasukan kerajaan siap melakukan gempuran mematikan. Namun, mereka harus meminta izin dari ulama besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, yang telah melarang segala jenis kekerasan di Masjidil Haram. Akhirnya dia mengeluarkan fatwa penyerangan mematikan untuk mengambil alih Ka’bah.

Dilaporkan 255 jemaat haji dan militan Otaibi tewas dalam penyerangan tersebut, sebanyak 560 orang terluka. Dari sisi tentara Arab Saudi, sebanyak 127 tewas dan 451 terluka.

Berbagai cerita berbeda mengisahkan saat-saat penyerangan oleh tentara gabungan Arab Saudi, Pakistan dan Perancis.

Salah satu laporan mengatakan tentara membanjiri Masjidil Haram dengan air dan mengalirinya dengan listrik, menyetrum para militan. Laporan lainnya mengatakan para tentara menggunakan gas beracun. Pasukan Perancis dipanggil karena pasukan Arab Saudi tidak berdaya.

Tentara Perancis ini dikabarkan menjadi Muslim dahulu sebelum masuk Masjidil Haram. Langkah ini mereka lakukan lantaran Masjidil Haram hanya boleh dimasuki oleh umat Muslim. (dari berbagai sumber)