Pages

Minggu, 22 Desember 2013

KPGS Batola Serahkan Paket Sembako

Rumah Amal Kita - Baru dibentuk bukanlah halangan bagi Komunitas Pelajar Gemar Sedekah (KPGS) Barito Kuala untuk berbagi. Semangat berbagi dan niat tulus untuk membantu meringankan mereka yang nasibnya sedikit kurang beruntung menjadi motivasi tersendiri. Di usia mereka yang masih remaja, semangat dan tindakan mereka tentunya dapat menjadi contoh bagi kita-kita semua. 





Ketua Rumah Amal Kita, KPGS Batola, dan Warga Tatah Mesjid, Kec. Alalak Kab. Batola
 
Awan mendung menyelimuti langit, dengan sedikit gugup satu persatu anggota KPGS Batola menaiki "Kelotok" yang tidak terlalu besar. Maklum, pengalaman naik "kelotok" cukup jarang mereka rasakan. Akses jalan darat, kondisinya cukup parah untuk dilalui lantaran memasuki musim hujan membuat alternatif transportasi air menjadi pilihan utama. Kali ini mereka bukan untuk rekreasi seperti kebanyakan yang dilakukan teman sebayanya di hari Minggu. melainkan untuk melakukan sebuah kegiatan kemanusiaan. Menyusuri sungai sempit, mereka berangkat menuju sebuah perkampungan bernama Tatah Mesjid yang untuk menjalin hubungan silaturahim dan membagikan beberapa paket sembako bagi Dhuafa dan Lansia tidak mampu di kampung tersebut.
Penyerahan Paket Sembako Secara Simbolis Oleh KPGS Batola
Deru mesin kelotok berhenti di sebuah dermaga kecil tepat di depan sebuah rumah berdinding kayu beratapkan daun "Rumbia". Beberapa warga tampak dengan raut wajah berseri menyambut mereka. Rupanya kehadiran rombongan telah dinanti oleh warga. Rombongan yang juga di ikuti oleh Amalia Rezeki, Ketua Rumah Amal Kita memasuki rumah tersebut, beberapa lansia dan ibu-ibu tampak sudah menunggu.
Setelah menyampaikan sepatah dua patah kata dan bercengkrama dengan warga yang datang akhirnya KPGS Batola menyerahkan secara simbolis Paket Sembako untuk para Lansia dan mereka yang tidak mampu. Di sela penyerahan, seorang ibu sembari menggendong balita perempuannya dengan mata berkaca-kaca menghampiri. Ia pun lantas "curhat" tak mampu membuatkan Akta Kelahiran untuk sang buah hati lantaran tidak ada biaya. Sebuah potret kehidupan yang membuat hati miris, tetapi itulah adanya. Masih banyak potret kehidupan lain yang serupa bahkan lebih tidak beruntung di sekitar yang belum tersentuh dan menunggu uluran tangan kita semua. 
Ketua Rumah Amal Kita, memberikan bantuan dana untuk pembuatan Akta Kelahiran
Usai menyantap hidangan lokal yang di sediakan, rombonganpun mohon pamit. Suasana kekeluargaan tampak kental di kampung ini, membuat KPGS merasa berat beranjak. Kesederhanaan dan kesahajaan mereka menjadi pelajaran berharga yang sulit untuk ditemukan di perkotaan.